Allah Maha Kaya


Belakangan ini bangsa kita sedang mengalami berbagai macam gejolak, mulai dari gejolak politik sampai pada gejolak perekonomian. Dalam bidang politik misalnya, para pemegang kekuasaan yang dahulu bermanis-manis mengumbar janji kepada rakyat, kini banyak diantara mereka yang disibukkan dengan urusan pengadilan lantaran karena amanah yang diberikan kepada mereka tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati.

Gejolak Dalam bidang perekonomian tidak kalah ramainya dibanding dengan bidang-bidang yang lain, berita akan terjadinya kenaikan harga BBM menjadi buah bibir yang tidak pernah putus menjadi berita pokok dalam berbagai media. Mulai dari koran, televisi bahkan hingga warung-warung makan kecil sekelas warteg pun tak mau kalah, semuanya ramai membicarakan permasalahan tersebut. Saking hangatnya berita tersebut, seakan-akan mampu menutupi berbagai macam permasalahan yang belum jelas ujung pangkalnya dari berbagai macam permasalahan yang selalu muncul dalam kehidupan bangsa kita tercinta.

Tanggapan  dengan berbagai cara pun dilakukan oleh segenap masyarakat, mulai dari kalangan elit politik, pengamat ekonomi, mahasiswa sampai masyarakat kelas bawah pun tak mau ketinggalan. Para elit politik dengan kekuasaan yang ada memberikan tanggapan-tanggapan berupa pernyataan-pernyataan yang terkadang bukan menyelesaikan permasalahan tapi justru memperkeruh suasana, para mahasiswa dengan demonstrasi-demonstrasi yang mengatas namakan rakyat yang terkadang jistru lebih sering menambah kesengsaraan masyarakat, sampai rakyat biasa yang justru sebenarnya tidak mengerti duduk permasalahannya itu seperti apa, ikut berekspresi sebagai tanggapan akan kenaikan harga BBM.

Secara manusiawi boleh kita memiliki rasa khawatir ketika akan terjadi kenaikan harga BBM, karena jelas memang akan mengakibatkan kenaikan harga dalam berbagai bidang, boleh kita merasa takut kalau kenaikan harga BBM akan menambah jumlah orang-orang miskin di negara kita. Namun sebagai seorang muslim, di mana kita memposisikan Allah sebagai pencipta kita, Zat Yang Maha Kaya yang telah menjamin rizki bagi seluruh mahluknya di muka bumi ini. Sehingga kita semua menjadi sebegitu takut akan dahsyatnya kenaikan harga BBM.

Coba kita simak firman Allah dalam QS Hud ayat 6 :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 “Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”

Hidup adalah permasalahan,  jangan bagi kita manusia yang telah dewasa. Bagi seorang bayi pun, sejak ia dilahirkan sudah menghadapi permasalahan. Hal yang terpenting adalah bagai mana cara kita menyikapi permasalahan-permasalahan tersebut. Dalam kesempatan yang mulia ini khotib ingin memberikan sebuah ilustrasi.

Gelas besar dan gelas kecil yang berisi air, kemudian dimasukkan sesendok garam. Apa yang terjadi? Apakah sama rasa air dalam kedua gelas itu? seperti gelas itulah keadaan hati kita sesunggughnya.

Oleh karena itu, dianatara kunci untuk kita mengatasi permasalahan hidup adalah dengan tawakkal kepada Allah SWT.

Sebagai insan Muslim hendaknya memiliki komitmen dan prinsip hidup. Apa pun lapangan usaha yang ditekuni, bidang keilmuan yang dikaji, maupun aspek kehidupan yang dijalani, setiap Muslim tetap berusaha dan berupaya. Kekuatan yang terpendam dalam setiap diri seorang Muslim ialah potensi besar yang dimiliki dan harus digali.

Memaksimalkan kemampuan diri mengarah pada upaya memaksimalkan ikhtiar kita. Inilah yang Allah sebutkan dalam QS ar-Ra’d ayat 11. Tawakal adalah sikap berserah diri kepada Allah Ta’ala setelah melakukan usaha secara maksimal. Itu bermakna dalam hidup kita tidak ada suatu tindakan atau perbuatan yang tidak memiliki dasar yang jelas. Semua hal dilakukan karena adanya unsur perintah dan meninggalkan segala hal karena memang jelas adanya unsur larangan.

Memaknai tawakal diperlukan pemahaman bahwa terdapat ikatan yang kuat antara manusia sebagai makhluk dan Allah sebagai Sang Pencipta. Ikatan yang berimplikasi/berakibat pada adanya hubungan ini mestinya dijalin dengan baik oleh manusia. Dengan demikian, pada klimaks usaha yang dilakukan seseorang tetap saja kembali ke muara segala sesuatu, yaitu Allah. Pasrah secara total kepada-Nya.

Kita bersikap menerima dengan ikhlas atas segala yang diberikan Allah Ta’ala dari usaha yang dilakukan. Hal ini dapat kita lihat pada kisah perjuangan rasul misalnya, …..

Ini adalah kenyataan yang berat dalam hidup kita. Sebab, yang sering terjadi pada kita adalah selalu menanggapi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam hidup kita dengan mengeluh. Kita betul-betul merasa berat ketika mendapat ujian dan cobaan yang, menurut kita, tidak mengenakkan karena cenderung merepotkan atau menyusahkan.

Kita perlu menyadari bahwa manusia tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apa yang dikehendakinya. Yang diperbolehkan hanyalah rencana-rencana manusiawi. Meski demikian, sesegera mungkin kembali menyadari bahwa segala yang terjadi merupakan kewenangan Allah Ta’ala. Alquran menyebutkan dengan tegas dan jelas, dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah : 216)

 

Tawakal perlu dipupuk, diutamakan, dan diperjuangkan. Karena sedemikian pentingnya tawakal dalam hidup, hingga kita perlu mengetahui bagaimana cara bertawakal, yaitu merasa cukup terhadap apa yang didapat dan dimiliki, tetap meningkatkan usaha agar lebih baik, membiasakan bersyukur kepada Allah atas pemberian-Nya, mengawali pekerjaan dengan niat ibadah, menyadari bahwa manusia memiliki banyak kekurangan, dan menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan Allah setelah melakukan ikhtiar/usaha.

Obat yang paling mujarab untuk mengatasi berbagai masalah hidup adalah membiasakan diri bertawakal kepada Allah Ta’ala. Dalam kehidupan kita, tawakal berfungsi mengurangi tekanan batin/jiwa, terhindar dari kecewa dan stres berat, juga meringankan langkah dalam menjalani hidup sehari-hari. Kita adalah manusia. Kewajiban kita adalah berusaha. Masalah keputusan—berhasil atau gagal—tetap di tangan Allah Ta’ala. Dia Yang Mahakuasa akan memutuskan sebatas yang dikehendaki sesuai dengan usaha yang dilakukan manusia.

Iklan

Tentang abuyaziid

I'm a teacher
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s